ketekunan beribadah (1)

Posted: Oktober 8, 2010 in Uncategorized

terinspirasi dari kisah Robiah al Adawiyah, seorang sufi tokoh mahabbah wanita yang menjejaki langlah di zaman revolusioner….. teruntuk sahabat-sahabatQ yang berada diseberang menjadi motivasi bagi Qt agar tidak melalaikan ibadah….
suatu ketika terjadi sebuah peristiwa yang sangat menyedihkan bagi ropbiah. dia terserang penyakit yang membuatnya sangat lemah, sampai dia tak mampu melaksanakan sholat qiyamul lail. kemudian dia mengalihkan kegiatan siang hari dengan melaksanakan sholat sunah yang jumlahnya sama dengan sholat malam yang biasa dia kerjakan. suatu malam Robiah bermimpi melihat isyarat yang menyuruh agar dia tetap melanjutkan qiyamul lailnya sekalipun kondisi sudah rapuh karena sakit. mimpi tersebut diceritakan kepada muridnya Masma’ bin Ashim:
“wahai Masma’, saya pernah tertimpa penyakit yang menyebabkan diriku tak dapat melaksanakan qiyamul lail dan terjaga di malam hari. karena itu pada siang hari saya membaca alQur’an satu juz. sebab membaca satu juz alQur’an itu pahalanya sama dengan sholat di malam hari. begitulah yang selalu saya kerjakan selama saya sakit. tak lama kemudian sakitku sembuh sedang membaca alQur’an sudah menjadi kebiasaan selama saya sakit maka kebiasaan itu saya lanjutkan. pada suatu malam ketika sya tidur nyenyak, mimpi indah pun datang. seolah-olah saya berada di sebuah hamparan taman hijau yang demikian indah, ditumbuhi pepohonan yang subur. disana ada sebuah tanah yang sangat indah. saya berjalan mengelilingi taman untuk menikmati panorama elegan yang dipancarkan taman tersebut. tiba-tiba saya melihat seekot burung yang dikejar seorang anak perempuan. ia bergembira ria mengejar dan menangkap burung itu, sementara saya terlena dalam keasyikan menatap elok rupa anak dan burung yang dicoba dikejarnya saya mencoba menyapanya, ” wahai anak manis untuk apa burung itu kau tangkap? demi ALLAH SWT saya belum pernah melihat burung secantik itu biarkanlah ia terbang lepas kemanapun ia sukai” anak itu menjawab ” ya engkau benar”. lalu ia datang menghampiriku seraya menggandeng tanganku. saya diajaknya mengelilingi taman hingga sampai ke pintu istana. sambil mengetuk pintu anak itu mengucap pinta “tolong bukakan pintu untukku!” tiba-tiba pintu terbuka, dari dalam terpancar sinar yang sangat terang sehingga menerangi ruangan disekaeilingku “masuk lah kak” anak itu menyilakanku masuk kedalam. saya masuk dan memang benar istana itu sangat mengagumkan. sepanjang perjalanan hidupku, aku belum pernah melihat istana secantik ini. kami mengelilingi ruangan dan anak itu mengajakku ke taman. disitu ada pelayan-pelayan yang cantik seraya ditangan mereka tertalam wewangian anak tu bertanya kepada mereka “kalian hendak kemana?” “mau menemui seorang yang terbunuh sebagai seorang syuhada” jawab mereka. lalu anak itu bertanya lagi “tidakkah kalian ingin memberi wewangian kepada perempuan ini?” seraya menunjuk padaku. mereka menjawab “ia sudah mendapat wewangian tetapi ia sendiri yang meninggalkannya”. saat itu anak itu melepas genggamannya dan menghadap padaku dan berkata:
“salatmu adalah cahaya, ketika manusia tidur terlena”
“tidurmu sebagai penghalang bagi sholat malammu”
“umurmu adalah keuntungan besar bila engkau memanfaatkannya”
“membiarkan waktu berlalu yang tiada makna dan artiadalah kerugian besar yang tak mungkin ditebus.”
setelah mengucapkan kata-kata itu, anak itu pergi begitu saja. saya pun terbangun dan ternyata fajar telah menyingsing. setiap kali saya teringat mimpiku hatiku terguncang da pikiranku resah tak menentu. rasanya aku ingin menangis sekeras-kerasnya”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s