Foodborne and Waterborne Diseases

Posted: Maret 23, 2011 in dasar pemberantasan penyakit (program control diseases)


FOODBORNE AND WATERBORNE DISEASES

Definisi

Foodborne Diseases dan Waterborne Diseases adalah penyakit yang disebabkan karena mengkonsumsi makanan atau minuman yang tercemar. Foodborne disease disebabkan oleh berbagai macam mikroorganisme atau mikroba patogen yang mengkontaminasi makanan, jadi terdapat bermacam-macam infeksi foodborne disease.
Selain itu, zat kimia beracun, atau zat berbahaya lain dapat menyebabkan foodborne disease jika zat-zat tersebut terdapat dalam makanan. Makanan yang berasal baik dari hewan maupun tumbuhan dapat berperan sebagai media pembawa mikroorganisme penyebab penyakit pada manusia. foodborne diseases sering terjadi bahkan terdapat sekitar 5,4 juta kejadian per tahun di Australia.

Penyebab Foodborne dan Waterborne Diseases

Penyebab umumnya adalah:


Foodborne disease
yang paling sering terjadi diketahui antara lain yang disebabkan oleh bakteri Campylobacter, Salmonella, dan E. coli O157 : H7 dan oleh golongan virus calicivirus, yang juga sering disebut sebagai Norwalk virus.

Keterangan:
Campylobacter adalah bakteri patogen yang dapat menyebabkan demam, diare dan keram perut. Merupakan bakteri yang paling sering menyebabkan sakit diare di dunia. Bakteri ini hidup di usus ayam sehat dan pada permukaan karkas unggas. Sumber infeksi sebagian besar karena memakan daging ayam yang masih mentah, atau belum matang atau makanan lain yang telah bersentuhan dengan karkas ayam selama dalam proses pengolahan sehingga tercemar oleh bakteri ini.
Salmonella juga merupakan bakteri yang terdapat pada usus unggas, reptilia dan mamalia. Bakteri ini dapat menyebar ke manusia melalui berbagai macam pangan asal hewan. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini disebut salmonellosis, menyebabkan demam, diare dan keram perut. Pada orang yang kondisi kesehatannya buruk atau sistem kekebalan tubuhnya lemah, bakteri ini dapat menembus sistem peredaran darah dan menyebabkan infeksi yang serius terhadap tubuh.
E. Coli O157: H7 merupakan bakteri patogen yang mempunyai reservoir pada hewan ternak dan hewan lain yang sejenis, misalnya sapi. Manusia dapat terkena bakteri ini jika mengkonsumsi makanan atau minuman yang telah tercemar oleh feses dari ternak ini.

Gejala Umum

Gejalanya tak tentu – tergantung dari penyebabnya dan bisa termasuk menceret, muntah, mual, sakit perut dan demam. Gejala lainnya mungkin sakit kepala, sakit kuning atau baal. Berkembangnya gejala ini bisa berjam-jam, berhari-hari atau lebih lama lagi dan biasanya berlangsung beberapa hari atau ada kalanya lebih lama.
Gejala yang lain bisa juga seprti diare berdarah dan kesakitan karena keram perut, tanpa disertai demam. Pada 3-5 % dari kasus yang terjadi, beberapa minggu setelah gejala awal tampak, terdapat komplikasi yang yang disebut hemolytic uremic syndrom (HUS). Kompilasi ini menyebabkan anemia, perdarahan dan gagal ginjal.
Setelah kuman itu tertelan, mereka berdiam diri, yang disebut dengan masa inkubasi, sebelum gejala penyakit timbul. Masa inkubasi ini dapat berkisar dari beberapa jam hingga beberapa hari, tergantung pada jenis kuman dan berapa banyak kuman yang tertelan. Selama masa inkubasi, kuman ini melewati lambung masuk kedalam usus, menempel pada sel sepanjang dinding usus dan mulai memperbanyak diri.
Beberapa jenis kuman lain tinggal dalam usus, ada pula yang menghasilkan toksin/racun yang kemudian diserap masuk dalam peredaran darah. Adapula yang dapat secara langsung menyerang jaringan tubuh yang lebih dalam. Gejala yang ditimbulkan tergantung pada jenis mikroba dan jumlah yang menginfeksi.
Sebagian besar kuman menyebabkan gejala yang sama terutama diare, keram perut, dan muntah. Untuk mengetahui jenis kuman yang menginfeksi perlu pemeriksaan secara laboratoris.

Siapa yang bisa terkena?

Siapa pun bisa terkena foodborne dan waterbone diseases, tetapi ada orang yang lebih rentan terkena sakit parah, yaitu:

 

Pengobatan

Banyak orang mendapat gejala ringan lalu cepat sembuh. Orang yang menceret dan muntah sebaiknya tidak masuk kerja atau sekolah dulu dan minum banyak. Orang yang bisa kehabisan cairan tubuh misalnya anak kecil dan orang lansia patut ke dokter lebih dini. Biasanya tidak diperlukan antibiotika kecuali jika serius.

Cara pencegahannya

1.Kebersihan
Sesudah ke WC, mengganti popok, sebelum makan atau menyiapkan makanan, cucilah tangan dengan teliti memakai sabun dan kucuran air setidaknya 15 detik, lalu keringkanlah dengan handuk bersih. Orang yang mendapat gejala penyakit ini tidak patut menyiapkan makanan bagi orang lain.

2.Pemantauan suhu
Menyimpan makanan pada suhu yang keliru bisa berakibat membiaknya kuman yang menyebabkan racun makanan, yang tumbuh di antara suhu 5° C dan 60° C. Untuk berjaga-jaga:

 

3.Cara Menyimpan
Daging, ikan, unggas dan sayur yang mentah bisa mengandung banyak kuman, dan juga mencemari makanan yang sudah siap jika tidak disimpan atau ditangani dengan cermat. Untuk berjaga-jaga:

 

Contoh Foodborne dan Waterborne Diseases

CHOLERA

Kolera adalah penyakit yang sudah langka di negara-negara perindustrian dalam seratus tahun belakangan ini, tetapi penyakit ini masih sering terdapat di beberapa bagian dunia termasuk sub-benua India dan bagian benua Afrika di sebelah selatan gurun Sahara (sub-Sahara).

Definisi Cholera
Kolera adalah penyakit diare akut, yang disebabkan oleh infeksi usus akibat terkena bakteria Vibrio Cholerae.

Penyebaran (Distribusi) Cholera
Seseorang dapat terkena kolera bila minum air atau makan makanan yang telah terkontaminasi bacteria kolera. Dalam situasi adanya wabah (epidemic), biasanya, tinja orang yang telah terinfeksi menjadi sumber kontaminasi. Penyakit ini dapat menyebar dengan cepat di tempat yang tidak mempunyai penanganan pembuangan kotoran (sewage) dan pengolahan air minum yang memadai.
Bakteria kolera juga dapat hidup di lingkungan air payau dan perairan pesisir. Kerang-kerangan (shellfish) yang dimakan mentah juga dapat menjadi sumber kolera. Biasanya, penyakit ini secara langsung tidak menular dari orang ke orang karena itu, kontak biasa dengan penderita tidak menjadi resiko penularan.

Gejala Cholera

Infeksi biasanya ringan atau tanpa gejala, tapi terkadang parah. Kurang lebih 1 dari setiap 20 penderita mengalami sakit yang berat dengan gejala diare yang sangat encer, muntah-muntah, dan kram di kaki. Bagi mereka yang mengalami gejala seperti ini ini, mereka kehilangan cairan tubuh secara cepat ini sehingga mengakibatkan dehidrasi dan shock atau reaksi fisiologik hebat terhadap trauma tubuh. Kalau tidak diatasi, kematian dapat terjadi dalam beberapa jam.
dibutuhkan waktu sekitar 5 hari untuk menimbulkan gejala sejak manusia terinfeksi. gejala tersebut biasanya terjadi sekitar 2-3 hari.

Diagnosis Cholera

Diagnosis Cholera dilakukan secara biokomia dengan melakukan uji laboratorium. bakteri Vibrio cholerae di mikroskop elektron akan terlihat seperti berikut:

Jika biakan Vibrio cholerae ditumbuhkan pada media agar TCBS (Thiosulphate Citrate Bile Salt Sucrose) akan terlihat seperti berikut:

Selective agar (TCBS) merupakan cara yang ideal untuk melakukan isolasi dan identifikasi. Test kits secara komersial digunakan / dipakai di daerah epidemik tetapi tes menggunakan isolasi dari antimikroba ini tidak bisa digunakan pada diagnosis rutin.

Pencegahan Cholera

Pencegahan cholera bisa dilakukan dengan 5 cara (five basic prevention), yaitu:
1.Minum dan gunakan air yang aman.
meminum air yang sudah dimasak, setelah air mendidih angan langsung di ambl tetapi biarkan tetap mendidih selama 1 menit setelah itu boleh dikonsumsi.
air yang aman bisa juga ditambahi kaporit (chlorine) atau yodium. gunakan air ini untuk gosok gigi, mencuci, menyiakan makanan.
2.Sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun dan air yang aman

  • sebelum makan dan menyiapkan makanan
  • sebelum menyuapi anak
  • setelah BAB dan BAK
  • setelah mencucui pakaian
  • setelah merawat anak/orang yang sedang diare

3.Gunakan latrines (toilet) atau system sanitasi yang lain untuk membuang feses dan usahakan agar tidak mengkontaminasi sumber air bersih
jarak antara smber air bersih dengan septitenk adalah sekitar 30 meter jika tidak bisa minimal 10 meter.
4.Masak makana dengan baik, jaga agar selalu dalam keadaaan tertutup, makan selagi panas dan kupas atau bersihkan sayur dan buah sebelum dimakan
5.Cuci bersi semua peralatan dapur, perabot rumah juga baju

boil it, cook it, peel it, or forget it

Vaksin

Salah satu bentuk upaya control diseases dari penyakit cholera adalah dengan menggunakan vaksin. ada 2 oral vaksin yang memungkinkan untuk mengatasi penyakit cholera, yaitu
*Dukoral (manufactured oleh SBL Vaccines) yang direkomendasikan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) dan dipakai oleh kurang lebih sekitar 60 negara.
*ShanChol (manufactured oleh Shanta Biotec di India), yang sudah di berikan di negara India tetapi masih menunggu konfirmasi dari WHO.
Di Indonesia setelah terjadinya tsunami yang besar di Aceh, WHO juga memberikan rekomendasi vaksin Dukoral. atas rekomendasi WHO Indonesia mendapat bantuan berupa vaksin Dukoral untuk para korban tsunami di Aceh.

References:
http://www.deptan.go.id/wap/berita_detailtampil.php?no_berita=96
http://www.mhcs.health.nsw.gov.au/publication_pdfs/7120/DOH-7120-IND.pdf
http://www.bt.cdc.gov/disasters/tsunamis/translations/cholerabasaha.pdf
http://www.cdc.gov/cholera/general/
http://www.cdc.gov/cholera/diagnosis.html
http://www.cdc.gov/cholera/pdf/Five-Basic-Cholera-Prevention-Messages.pdf
http://www.cdc.gov/cholera/prevention.html
http://www.cdc.gov/haiticholera/pdf/cholera_preventionandcontrol.pdf

AULIA NUR HIDAYATI
FKM Undip

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s